DESA DAN KOTA
MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA
Diajukan
untuk memenuhi tugas Mata kuliah ilmu pengetahuan sosial
Disusun
Oleh:
Asep Muhammad Yasin (06316
1111 004 )
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (A)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2011/ 2012
Pengertian desa/pedesaan
Yang
dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai
berikut:
1. Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana
bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
2.
Menurut
Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi,
politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan
dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
3.
Sedang
menurut Paul H. Landis :Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan
ciri ciri sebagai berikut :
a)
mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Dalam
kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition
artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada
beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu
sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara
unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan
pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong
menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian,
adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai
ciri yang jelas.
Dalam
UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat
setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Dari
defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan
bangsa Indonesia.Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini
yang menunjukkan keragaman Indonesia.Selama ini terbukti keragaman tersebut
telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa.
Dengan
demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa
dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
Masyarakat
Perkotaan
Pengertian
Kota Seperti halnya
desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat
beberapa ahli berikut ini.
I.
Wirth
Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan
permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
II.
Max
Weber Kota menurutnya,
apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya
dipasar lokal.
III.
Dwigth Sanderson
Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau
lebih.
Dari
beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar
yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan
komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Menurut
konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya
hidupnya yang cenderung bersifat individualistik. Marilah sekarang kita
meminjam lagi teori Talcott Parsons mengenai tipe masyarakat kota yang
diantaranya mempunyai ciri-ciri :
PERBEDAAN DESA DAN KOTA DALAM BENTUK BEBERAPA ASPEK
ASPEK
|
KOTA
|
DESA
|
Fisik
Bangunan
Tk
Diferensiasi
Struktur
Sosial
Peran
Anggota Masyarakat
Gaya
Hidup
|
Bangunanya berbentuk tembok dan
kokoh.
Teknologi
computer dikalangan masyarakat kota sudah canggih dan kemajuannya sudah cepat
dibandingkan dengan masyarakat desa, mungkin kendalanya masyarakat kota lebih
handal dibandingkan masyarakat desa dalam pengguynaan computer, terus ada
hambatan lainnya, seperti tidak mennyukupinya uang untuk membelikan
barang-barang seperti computer tadi dan mungkin masihg bannyak
teknologi-teknologi yang lain.
Struktur
masyarakat kota lebih tertata secara rapi dan daik, karena ada pembagian
tugas pekerjaan yang berbeda – beda antara pekerja satu dengan yang lain dan
sesuai skill pekerja masing – masing.
Dalam
hal gotong- royong masyarakat kota cenderung peminatnya lebih sedikit,
mungkin karena masyarakat kota cenderung memikirkan kesibukannya
masing-masing, sehingga apa bila ada orang kota yang membutuhkan bantuan
pasti memanggil pekerja dan dibayar dengn uang.
Gaya
hidup masyarakat kota sekarang sudah hampir sama dengan gaya hidup
orang-orang barat, karena dengan kaya tersebut dia bisa merasa lebih PD
dengan apa yang mereka pakai.
|
Kalau
desa bangunanya kebanyakan masih terbuat dengan kayu–kayu biasa.
Kalau
dibandingkan dengan masyarakat kota tentang teknologi, masyarakat desa
cenderung lebih terpojokkan karena
memang masyarakat desa tidak begitu bisa menggunakan walaupun bisa paling
cuman sedikin, kendalanya mungkin karena tidak punnya uang untuk beli, terus
terus unttuk bisa buat makan saja sudah senang gimana mau beli yang lain-lain
Struktur
masyarakat desa tdk begitu tertata dengan rapi, karena pekerjaan tugasnya ada
yang dirangkap pekerja lain dan pejerjaannya tidak sesuai dengan orang yang
bersangkutan.
Sedang
masyarakat desa masih memiliki peran saling tolong menolong yang sangat kuat
dalam bidang gotong- royong, dan lain-lain, karen dalam hal tersebut
masyarakat dapat memper erat tali persaudaraan dan kebersamaan sesama masyarakat.
Sedang
masyarakat desa lebih hidup dengan cara kesederhanaan yang mereka miliki,
mungkin karena masyarakat desa merasa tidak mungkin bisa membeli barang yang
mereka anggap itu barang berharga.
|
INTERAKSI
MASYARAKAT DESA DAN KOTA.
INTERAKSI
|
KOTA
|
DESA
|
Bentuk
|
Kerja sama
Persaingan
Pertentangan
Pertikaian
|
Kerja sama
Persaingan
Pertentangan
pertikaian
|
Peran
|
Dalam
interaksi masyarakat kota kurang berinteraksi dengan masyarakat lain karena
mereka mungkin berfikir dari pada saya sia-sia membuang waktu begitu saja
mending saya menyelesaikan tugas / pekerjaan saya
|
Sedang
masyarakat desa lebih banyak berinteraksi satu sama lain, karena menurut saya
masyarakat desa waktu luangnya sangat banyak dan kemungkinan besar masyarakan
desa menggunakan waktu kosong itu untuk mengobrol-ngobrol antar sesama
masyarakat, sehingga mereka lebih banyak berinteraksi satu sama lain.
|
Penting
|
Menurut
saya masyarakat kota dalam berinteraksi satu sama lainnya lebih penting,
karena masyarakat kota dalam berinteraksinya kadang yang dibincangkan adalah
tentang bisnis, dan mungkin macih
bannyak kyanglainya.
|
Sedang
masyarakat desa, dalam berinteraksi satu sama lain kadang membincangkan
kejelekan tetangganya yang menurut saya tidak perting dan derguna.
|
masyarakat
pedesaan & masyarakat perkotaan
masyarakat pedesaan
(rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut
Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan
pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun
kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat
pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat
desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri.
Masing-masing punya sistem yang mandiri,
dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat
berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan "berlawanan" pula.
Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut
dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep
kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada
tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6). Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme
Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep
pengandalan diri dan kelembagaan
3).Perilaku yang berorientasi pada
rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan
nilai-nilaisekular
7).Individualisme

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !