DESA DAN KOTA MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA

Senin, 10 Juni 2013


DESA DAN KOTA
MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT KOTA


Diajukan untuk memenuhi tugas Mata kuliah ilmu pengetahuan sosial



 

Disusun Oleh:

Asep Muhammad Yasin           (06316 1111 004 )





FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (A)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2011/ 2012




 
Pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut:
1.      Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
2.       Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
3.       Sedang menurut Paul H. Landis :Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Dalam kamus sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya Adat istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian, adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai ciri yang jelas.
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dari defenisi tersebut, sebetulnya desa merupakan bagian vital bagi keberadaan bangsa Indonesia.Vital karena desa merupakan satuan terkecil dari bangsa ini yang menunjukkan keragaman Indonesia.Selama ini terbukti keragaman tersebut telah menjadi kekuatan penyokong bagi tegak dan eksisnya bangsa.
Dengan demikian penguatan desa menjadi hal yang tak bisa ditawar dan tak bisa dipisahkan dari pembangunan bangsa ini secara menyeluruh.
 Masyarakat Perkotaan
Pengertian Kota Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.
                                I.            Wirth Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
                             II.            Max Weber Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
                           III.             Dwigth Sanderson Kota ialah tempat yang berpenduduk sepuluh ribu orang atau lebih.
Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.
Menurut konsep Sosiologik sebagian Jakarta dapat disebut Kota, karena memang gaya hidupnya yang cenderung bersifat individualistik. Marilah sekarang kita meminjam lagi teori Talcott Parsons mengenai tipe masyarakat kota yang diantaranya mempunyai ciri-ciri :


 
PERBEDAAN DESA DAN KOTA DALAM BENTUK BEBERAPA ASPEK
ASPEK
KOTA
DESA
Fisik Bangunan



Tk Diferensiasi
















Struktur Sosial







Peran Anggota Masyarakat










Gaya Hidup
Bangunanya berbentuk tembok dan kokoh.


Teknologi computer dikalangan masyarakat kota sudah canggih dan kemajuannya sudah cepat dibandingkan dengan masyarakat desa, mungkin kendalanya masyarakat kota lebih handal dibandingkan masyarakat desa dalam pengguynaan computer, terus ada hambatan lainnya, seperti tidak mennyukupinya uang untuk membelikan barang-barang seperti computer tadi dan mungkin masihg bannyak teknologi-teknologi yang lain.

Struktur masyarakat kota lebih tertata secara rapi dan daik, karena ada pembagian tugas pekerjaan yang berbeda – beda antara pekerja satu dengan yang lain dan sesuai skill pekerja masing – masing.

Dalam hal gotong- royong masyarakat kota cenderung peminatnya lebih sedikit, mungkin karena masyarakat kota cenderung memikirkan kesibukannya masing-masing, sehingga apa bila ada orang kota yang membutuhkan bantuan pasti memanggil pekerja dan dibayar dengn uang.

Gaya hidup masyarakat kota sekarang sudah hampir sama dengan gaya hidup orang-orang barat, karena dengan kaya tersebut dia bisa merasa lebih PD dengan apa yang mereka pakai.
Kalau desa bangunanya kebanyakan masih terbuat dengan kayu–kayu biasa.

Kalau dibandingkan dengan masyarakat kota tentang teknologi, masyarakat desa cenderung lebih  terpojokkan karena memang masyarakat desa tidak begitu bisa menggunakan walaupun bisa paling cuman sedikin, kendalanya mungkin karena tidak punnya uang untuk beli, terus terus unttuk bisa buat makan saja sudah senang gimana mau beli yang lain-lain






Struktur masyarakat desa tdk begitu tertata dengan rapi, karena pekerjaan tugasnya ada yang dirangkap pekerja lain dan pejerjaannya tidak sesuai dengan orang yang bersangkutan.


Sedang masyarakat desa masih memiliki peran saling tolong menolong yang sangat kuat dalam bidang gotong- royong, dan lain-lain, karen dalam hal tersebut masyarakat dapat memper erat tali persaudaraan dan kebersamaan sesama masyarakat.




Sedang masyarakat desa lebih hidup dengan cara kesederhanaan yang mereka miliki, mungkin karena masyarakat desa merasa tidak mungkin bisa membeli barang yang mereka anggap itu barang berharga.

      INTERAKSI MASYARAKAT DESA DAN KOTA.
 INTERAKSI
KOTA
DESA
Bentuk
      Kerja  sama
      Persaingan
      Pertentangan
      Pertikaian
      Kerja sama
      Persaingan
      Pertentangan
      pertikaian
Peran
Dalam interaksi masyarakat kota kurang berinteraksi dengan masyarakat lain karena mereka mungkin berfikir dari pada saya sia-sia membuang waktu begitu saja mending saya menyelesaikan tugas / pekerjaan saya
Sedang masyarakat desa lebih banyak berinteraksi satu sama lain, karena menurut saya masyarakat desa waktu luangnya sangat banyak dan kemungkinan besar masyarakan desa menggunakan waktu kosong itu untuk mengobrol-ngobrol antar sesama masyarakat, sehingga mereka lebih banyak berinteraksi satu sama lain.
Penting
Menurut saya masyarakat kota dalam berinteraksi satu sama lainnya lebih penting, karena masyarakat kota dalam berinteraksinya kadang yang dibincangkan adalah tentang bisnis, dan mungkin macih  bannyak kyanglainya.
Sedang masyarakat desa, dalam berinteraksi satu sama lain kadang membincangkan kejelekan tetangganya yang menurut saya tidak perting dan derguna.


masyarakat pedesaan & masyarakat perkotaan
masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri.
 Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan "berlawanan" pula.
 Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
Masyarakat Pedesaan
1).Perilaku homogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).Isolasi sosial, sehingga statik
5).Kesatuan dan keutuhan kultural
6). Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
7). Kolektivisme
Masyarakat Kota:
1). Perilaku heterogen
2).Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).Kebauran dan diversifikasi kultural
6).Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).Individualisme

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kura-Kura Bertanduk - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger