kenangan

kenangan
dmana yau

tanda tangan

tanda tangan

Sejarah Komputer dan Perkembanganya

Selasa, 13 Agustus 2013

Sejarah Komputer dan Perkembanganya – Sejak dahulu, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik
Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.
Sejarah Komputer menurut periodenya adalah:
  • Alat Hitung Tradisional dan Kalkulator Mekanik
  • Komputer Generasi Pertama
  • Komputer Generasi Kedua
  • Komputer Generasi Ketiga
  • Komputer Generasi Keempat
  • Komputer Generasi Kelima
1. Komputer Generasi Pertama (1946­ – 1959)
Dengan terjadinya Perang Dunia II, negara­negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.
Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.
(1) Colassus
(2) Mark I
(3) ENIAC
(4) EDVAC
(5) UNIVAC I
Ciri komputer generasi pertama adalah:
- Penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)
- Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.
- Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.
- Setiap komputer memiliki program kode­biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
2. Komputer Generasi Kedua (1959­ – 1964)
Stretch dan LARC
Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery­ Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer­komputer ini,yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.
Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan­singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960­an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen­komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:
- Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil
- Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya
- Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly
- Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN
3. Komputer Generasi Ketiga (1964­ – 1970)
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian­bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.
Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen­komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Ciri-ciri  komputer pada generasi ketiga:
- Penggunaan IC(Intregrated Circuit)
- Ukuran komputer menjadi lebih kecil
- Ditemukannya Sistem Operasi
4. Komputer Generasi Keempat (1979­ – sekarang)
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen­komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980­ an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra­Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.
Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang­orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan­perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahantahun 1970­an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer­komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980­an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan system grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara­ cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer­komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:
•  Digunakannya LSI, VLSI, ULSI
• Digunakannya mikroprosesor
Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.Anda bisa memperkaya wawasan seputar komputer dengan membaca artikel yang lainya

Perangkat Keras Komputer (Hardware, Fungsi dan Pengertianya)

Perangkat Keras Komputer (Hardware dan Pengertianya) -Jika sebelumnya merahitam membahas tentang pengertian komputer maka kali ini akan bersambung pada penjelasan perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian komputer dalam bentuk fisiknya,  dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya. Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware,  karena firmware ini adalah perangkat lunak yang “dibuat” ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum. Komputer pada umumnya adalah komputer pribadi, (PC) dalam bentuk desktop atau menara kotak yang terdiri dari bagian berikut:
1. Processor
Processor disebut juga otak dari komputer semakin bagus tipe processor maka semakin mahal pula komputer, maka processor disebut sebagai inti dari komputer. Fungsi processor adalah untuk memproses semua kegiatan yang dilakukan komputer, yang direquest pengguna.
Processor Intel
Processor Intel
2. Papan induk (motherboard)
adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.
motherboard
motherboard
3. Chipset
Komponen pada motherboard yang yang satu ini kebanyakan terdiri atas dua buah chip, north bridge dan south bridge.
Fungsi utama chipset adalah mengatur aliran data antarkomponen yang terpasang pada motherboard. Dua buah chipset yang biasanya ada pada motherboard sendiri punya tugas yang berbeda satu dengan yang lain.
Chip pada north bridge berfungsi untuk mengatur aliran data dari dan ke prosesor, bus AGP, dan memori utama sistem. Sementara, chip yang south bridge mengatur aliran data dari peranti input output, bus PCI, interface harddisk, dan floppy, serta peranti eksternal lainnya. Berhubung chip north bridge lebih vital kerjanya dibanding south bridge, tak heran jika chip inilah yang dipasangi heatsink, fan, ataupun kombinasi heatsink dan fan oleh pabrik pembuatnya.

4. AGP
Singkatan dari Accelerated Graphics Port. Fungsinya adalah menyalurkan data dari kartu grafis ke CPU tanpa harus melalui memori utama, dengan demikian proses pengolahan data grafis dapat dipercepat. Kelebihan lain AGP ini adalah kemampuannya untuk mengeksekusi texture maps secara langsung dari memori utama. Datang dengan berbagai cita rasa, saat ini kebanyakan motherboard menyertakan bus AGP 4X yang bekerja pada frekuensi 266MHz. Untuk sekarang ini, port AGP ini baru digunakan buat memasang kartu grafis yang notabene lebih cepat ketimbang memakai bus PCI. Akan tetapi, beberapa motherboard terbaru sudah menyertakan port AGP Pro yang bisa dipasangi baik kartu grafis berbasis AGP 4X maupun yang berbasis AGP Pro sendiri

AGP Pro
AGP Pro
5. Soket Memori
Soket ini merupakan tempat untuk menempatkan memori pada motherboard. Soket memori memiliki bentuk yang berbeda untuk jenis memori yang berbeda pula. Kebanyakan motherboard memiliki slot sebanyak 3 atau 4 buah, tergantung dari chipset yang digunakan. Untuk memori SDRAM, soket DIMM yang harus dimiliki adalah soket 168 pin, sementara untuk memori jenis DDR, soket yang dipasang adalah soket 184 pin.

Soket Memori
Soket Memori
6. Soket Prosesor
Merupakan tempat untuk menaruh prosesor. Kalau jaman dahulu, masih ada pilihan lain selain sistem soket yaitu sistem slot. Namun, setelah era PentiumIII generasi kedua, tipe slot ini kemudian ditinggalkan lantaran ongkos produksinya yang lebih mahal ketimbang memakai soket. Untuk urusan soket prosesor ini, pilihlah motherboard dengan soket prosesor yang tepat. Soket 370 untuk prosesor Intel PentiumIII dan Celeron, soket A untuk prosesor AMD Athlon dan Duron, serta soket 423/478 untuk prosesor Pentium4.

Soket Prosesor
Soket Prosesor
7. CMOS
Singkatan dari Complementary Metal Oxide Semiconductor. Dari bentuknya sudah kelihatan, ia merupakan komponen berbentuk IC (integrated circuit) Yang fungsinya menampung setting BIOS dan dapat tetap menyimpan setting-annya selama baterai yang mendayainya masih bagus.

CMOS
CMOS
8. Soket Catu Daya (power supply, fan)
Fungsinya untuk menyuplai tenaga kepada semua komponen yang tersambung pada motherboard. 
Soket Catu Daya
Soket Catu Daya
9. Konektor Casing
Berfungsi untuk menyambungkan tombol/ saklar dan indicator pada casing ke motherboard. Pada motherboard yang berbasis Pentium 4, disertakan pula sebuah port konektor tambahan sebesar 12 volt agar prosesor bisa bekerja.
Konektor Casing
Konektor Casing
10. Paralel Port
Untuk Menghubungkan Printer
Paralel Port
Paralel Port
11. USB Port
Untuk menghubungkan device yang mensupport Usb,
seperti: Flashdisk, mouse&keyboard USB, harddisk External, Kabel data, Dan perangkat lainnya

USB Port
USB Port
Semoga pemahaman diatas bermanfaat dan sobat juga bisa memperkasa wawasan mengenai komputer dengan

Cara Mempercepat Komputer

Cara Mempercepat Komputer

mempercepat komputer
mempercepat komputer
Cara mempercepat komputer – Dengan mengikuti beberapa panduan sederhana, Anda dapat menjaga komputer Anda, membantu meningkatkan kecepatan PC Anda, dan membantu menjaga itu berjalan lancar. Artikel ini membahas cara menggunakan alat-alat yang tersedia di Windows 7, Windows Vista, dan Windows XP Paket Layanan 3 untuk membantu membuat komputer Anda lebih cepat, menjaga komputer Anda secara efisien, dan membantu menjaga privasi Anda saat Anda online.
1. Hapus spyware, dan lindungi komputer anda dari virus
Spyware mengumpulkan informasi pribadi tanpa membiarkan Anda tahu dan tanpa meminta izin. Dari situs yang Anda kunjungi untuk nama pengguna dan password, spyware dapat menempatkan Anda dan informasi rahasia beresiko. Selain untuk privasi, spyware dapat menghambat kinerja komputer Anda. Untuk memerangi spyware, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk menggunakan pemindaian keamanan PC dari Windows Live OneCare. Pemindaian ini adalah layanan gratis yang membantu memeriksa dan menghapus virus.
Download Microsoft Security Essentials gratis untuk membantu menjaga sistem Anda di masa depan dari virus, spyware, adware, dan perangkat lunak berbahaya lainnya (juga dikenal sebagai malware). Microsoft Security Essentials bertindak sebagai alat penghapus spyware dan termasuk pembaruan otomatis untuk membantu menjaga sistem Anda terlindung dari ancaman yang muncul.
Alat Penghapus Perangkat lunak berbahaya Microsoft Windows adalah utilitas lain yang memeriksa komputer yang menjalankan Windows 7, Windows Vista, Windows XP, Windows 2000, dan Windows Server 2003 untuk infeksi oleh perangkat tertentu lunak berbahaya, termasuk Blaster, Sasser dan Mydoom, dan membantu menghapus infeksi yang ditemukan.
2. Maksimalkan kinerja hard disk anda
Alat Pembersihan Disk membantu Anda mengoptimalisasi hard disk untuk meningkatkan kinerja komputer Anda. Alat mengidentifikasi file yang dapat dihapus dengan aman dan kemudian memungkinkan Anda untuk memilih apakah Anda ingin menghapus beberapa atau semua file diidentifikasi.
Gunakan Pembersihan Disk:
Menghapus berkas Internet sementara.
Menghapus file download program, seperti kontrol Microsoft ActiveX dan applet Java.
Mengosongkan keranjang sampah.
Menghapus berkas sementara Windows, seperti laporan kesalahan.
Menghapus komponen Windows opsional yang tidak Anda gunakan.
Menghapus program terinstal yang tidak Anda gunakan lagi.
3. Mempercepat akses ke data dengan defrag
Fragmentasi disk memperlambat kinerja keseluruhan sistem Anda. Ketika file terfragmentasi, komputer harus mencari pengandar perangkat keras seperti file terbuka (piece kembali bersama-sama). Waktu respons dapat lebih lama.Defragmenter Disk (kadang-kadang disingkat Defrag oleh pengguna) adalah sebuah utilitas Windows yang terfragmentasi file dan folder pada pengandar perangkat keras komputer sehingga masing-masing menempati satu ruang pada disk. Lakukan defrag paling tidak sebulan sekali.
4. Mendeteksi dan memperbaiki bad sector pada disk
Selain menjalankan Pembersihan Disk dan Disk Defragmenter untuk mengoptimalkan kinerja komputer Anda, Anda dapat memeriksa integritas file yang tersimpan pada hard disk dengan menjalankan “Error Checking utility”.
Ketika Anda menggunakan hard drive Anda, itu dapat mengembangkan bad sector. Bad sector memperlambat kinerja hard disk dan kadang-kadang membuat menulis data sulit atau bahkan tidak bisa. Pengecekan Error utilitas memindai hard drive untuk sektor buruk dan scan untuk galat sistem berkas untuk melihat apakah file atau folder tertentu bermasalah.Jika Anda menggunakan komputer Anda setiap hari, Anda harus menjalankan utilitas ini sekali seminggu untuk membantu mencegah kehilangan data.
5. Maksimalkan RAM anda
Ram adalah salah satu hardware PC yang mempengaruhi kinerja komputer anda , semakin besar kapasitas RAM maka kemungkinan kecepatan PC akan semakin bertambah , cek RAM anda dan konsultasikan dengan toko komputer terdekat. Belakangan ini harga RAM terus turun karena masuknya produk RAM yang lebih canggih
6. Sesuaikan visual efek dengan kemampuan hardware anda
Windows menyediakan sejumlah efek visual yang menarik termasuk windows animasi dan fading menu. Jika Anda tidak memiliki cukup operasi memori , efek ini dapat memperlambat komputer Anda. Sesuaikan atau kurangi efek visual dan lihat bagaimana perbedaannya

ETNISITAS DALAM PENGEMBANGAN ATAU PEMBANGUNAN NATION AND CHARACTER BUILDING INDONESIA

Rabu, 12 Juni 2013



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makalah “Etnisitas dalam Pengembangan atau Pembangunan Nation and Character Building Indonesia” merupakan makalah yang kami ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah IPS SD 1.
Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global. Dalam pelaksanaanya selalu mengacu pada kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal  untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh kekuatan moral dan etiknya, sedangkan Character Building sendiri adalah modal dasar untuk membangun bangsa. Tanpa sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kuat dan berkualitas, bangsa ini akan tetap hancur dan bobrok. Tak mungkin kita menyerahkan kepemimpinan negeri ini kepada yang memiliki karakter bejat dan tak bermoral. Dalam konteks yang luas, masalah character building masih merupakan suatu isu besar, bahkan amat besar. Semua masalah di negeri ini : korupsi, lemahnya penegakan hukum dan HAM, konflik agama dan suku, disintegrasi bangsa, kekerasan dan terorisme, kemiskinan dan pengangguran, kasus kejahatan dan masih banyak lagi adalah lahir dari tidak adanya watak yang jelas dan kokoh dalam diri kita.
  Ancaman konflik suku harus dapat serius kita waspadai. Konflik berkepanjangan antar-suku dapat merusak sendi-sendi kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ancaman konflik kini sedang menerpa kehidupan kita dan bila kita lengah, peristiwa kelam masa lalu dapat terulang dan bukan tidak mungkin dapat lebih besar dan lebih luas di seantero negeri ini. 
B.  Rumusan Masalah
Masalah etisitas khususnya konflik antar suku merupakan salah satu penyebab kelemahan character building atau pembangunan karakter di Indonesia.  Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka pembangunan karakter bangsa tidak akan berhasil.
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang di ambil dalam makalah ini adalah :
1.      Bagaimana peran character building terhadap pembangunan nasional di Indonesia?
2.      Seperti apakah keberadaan suku-suku di Indonesia?
3.      Bagaimana masalah dan cara menyelesaikan perpecahan antar suku di Indonesia?
Ketiga permasalahan tersebut akan dibahas pada bab II dan dari pembahasan tersebut disimpulkan pada bab III.

C. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1). Memahami peran character building terhadap pembangunan nasional di Indonesia.
2). Mengetahui keanekaragaman suku di Indonesia di Indonesia .
3).Mengetahui masalah serta solusi untuk menyelesaikan perpecahan antar suku di
     Indonesia
2. Manfaat
Makalah ini akan sangat bermanfaat bagi pemerhati perkembangan karakter bangsa Indonesia sehingga dapat mengupayakan pembangunan karakter yang sesuai dengan tujuan utama, yaitu bukan hanya pembangunan fisik tapi juga mental serta rohani agar tidak ada permusuhan diantara anggota masyarakat, baik karena perbedaan maupun perselisihan.

D. Prosedur Pemecahan Masalah
Masalah yang telah dikemukakan di atas akan diselesaikan dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan teori dan praktis, secara teori akan menggunakan kajian-kajian pustaka yang relevan, hasil-hasil penelitian, dan makalah, sedangkan secara praktis dengan menggunakan data-data yang tersedia di lapangan.

E.     Sistematika Penulisan
        Berangkat dari permasalahan yang ada maka sistematika penulisan dalam makalah ini adalah:
A.    Kaitan Character Building dengan nation building
1.      Personal Character Building
2.      Community Character Building
3.      Nation Character Building
B.     Keanekaragaman Suku di Indonesia
C.     Perpecahan Suku di Indonesia dan Cara Menangani Konflik Suku di Indonesia































BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Ø  Etnisitas adalah pembagian kelompok berdasar ciri-ciri yang sama dalam hal budaya
 dan genetis serta bertindak berdasarkan pattern yang sama.
Pada dasarnya suatu kelompok etnis mempunyais sedikitnya enam sifat sbb.:
1.      Mempunyai nama yang unik yang merujuk pada kelompok masyarakat tertentu. Misalnya Nasution, Saragih, Sitorus (Batak). Atau Pardi, Paimo, Parjo (Jawa).
2.      Mempunyai keyakinan akan asal-asul nenek moyang, meski hal itu bisa jadi mitos. Misal orang Jawa merasa keturunan dari Semar.
3.      Sebuah kelompok mempunyai ingatan historis yang sama. Misalnya Orang Sunda merasa tidak cocok dengan orang Jawa karena dahulu Kerajaan Majapahit (jawa) pernah terlibat bentrok dengan kerajaan Padjajaran (Sunda).
4.      Sebuah Kelompok mempunyai anasir budaya-agama yang sama. Meski orang Jawa timur dan Jawa tengah berdeda dialek, tapi umumnya mereka islam dan dulunya menggunakan akasara yang sama (aksara jawa).
5.       Sebuah Kelompok mempunyai ikatan pada tanah leluhur. Meski, mereka lahir dan besar di tempat lain. Misalnya orang batak yang lahir dan besar di Jakarta, merasa harus pulang kampung ke Tanah Toba karna merasa itulah tanah leluluhurnya.
6.      Memiliki ikatan solidaritas yang kuat antar anggota kelompok. Misalnya orang tukang jamu dari Wonogiri (jawa) biasanya mereka saling membantu meski pekerjaan mereka sama-sama tukang jamu. Mereka akan saling berbagi dan saling tolong-menolong sebagai sesama tukang jamu dan sesama warga Wonogiri.
Dalam beberapa hal, masalah pekerjaan kadangkala juga merujuk pada identitas etnisitas tertentu. Misalnya, tukang kredit keliling di Jakarta umumnya orang Garut atau Batak
Ø  definisi pembangunan menurut beberapa ahli :
1.      Johan Galtung
Pembangunan merupakan upaya untuk memenuhan kebutuhan dasar manusia, baik secara individuao maupun kelompok, dengan cara-cara yang tidak menimbulkan kerusakan, baik terhadap kehidupan sosial maupun lingkungan alam.
2.      Mappadjantji amien
Pembangunan adalah proses yang bersifat evolutif, adaptif, dan partisipatif
3.      Jakob Oetama
Pembangunan adalah usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses pembangunan terdapat unsur heroisme, unsur konflik, unsur frustasi, unsur romantik, dan unsur manusiawi yang mendalam.
4.      Mohammad Ali
Pembangunan adalah segala upaya yang dilakukan secara terencana dalam melakukan perubahan dengan tujuan utama memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas manusia.
5.       Goulet
Pembangunan adalah sebuah skandal, suatu campuran yang sangat mendua dari baik dan jahat, suatu proses yang benar-benar dialektis.
6.      Benny H.Hoed
Pembangunan adalah upaya sistematis melepaskan diri dari keterbelakangan dan upaya untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
7.      The quest for political development
Pembangunan ialah suatu lingkaran yang tidak berkeputusan, tanpa sepadan yang jelas diantara lembaran budaya, sosial, ekonomi, dan politik.
8.      A. Sonny keraf
Pembangunan adalah implementasi aspirasi dan kehendak masyarakat demi kepentingan masyarakat.
Ø  Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ini menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan alam sekitarnya. Hal ini perlu dillaksanakan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmurt berdasarkan pancasila untuk mecapai kesejahteraan bagi setiap warga Indonesia.. pembangunaan harus dilaksanakan oleh pemerintah indonesia pada saat ini meliputi berbagai bidang, yaitu :bidang politik,ekonomi,sosial budaya,dan pertahanan keamanan.[1]




BAB III
PEMBAHASAN

A.    Kaitan Character Building dengan Nation Building
Character Building merupakan modal dasar nation building. character building yang dimaksud di sini tidak sekedar seperti apa yang diajarkan di sekolah maupun kampus saja, tapi meliputi berbagai aspek kehidupan dan berbagai elemen masyarakat yang ada.
pendidikan character building dapat dilakukan melalui tiga tahap [2] yaitu:
1.      Personal Character Building
Pembangunan karakter ini bersifat individu, yaitu berbagai nilai dan perilaku yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang dan menjadi ciri khas kepribadiannya. Elemen-elemen karakter individu ini meliputi:
a.     Keimanan/keyakinan
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragama. Oleh karena itu, setiap warga negara seharusnya memiliki keimanan yang kuat dan mau menjalankan perintah agamanya masing-masing secara baik dan konsisten. Orang yang beriman akan selalu takut kepada Tuhan dan berusaha untuk berbuat baik kepada sesama. Ia tidak akan mau melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat murka Tuhan maupun yang merugikan orang lain.
Oleh karena itu, pendidikan agama sangatlah penting. Sekalipun demikian, masih banyak para orang tua yang menyerahkan pendidikan agama anak-anaknya ke sekolah, pesantren, masjid atau lembaga pendidikan lainnya. Padahal, penanaman nilai-nilai keimanan dan pokok-pokok agama harus diterapkan sejak dini di dalam keluarga. Orang tua memegang peran dan tanggung jawab utama dalam hal ini.
Kita lihat saja, terutama di sekolah-sekolah umum, persentase pendidikan agama kecil sekali, bahkan hanya dua jam pelajaran dalam seminggu. Itupun lebih cenderung bersifat kognitif semata. Selain itu, jika orang tua tidak berhati-hati, tak jarang anaknya belajar agama secara salah dan masuk dalam perangkap ajaran sesat.
Peranan agama dalam pendidikan karakter individu sangatlah besar. Beragama secara baik akan membuahkan perilaku yang baik pula. Keimanan akan dijadikan dasar dalam setiap langkah dan perbuatan. Penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk karakter individu dalam berbagai aspek. Inilah dasar pokok yang harus dimiliki oleh setiap orang di negeri ini.
Jika setiap orang telah memiliki iman yang kuat dan pengamalan ajaran agama secara baik, ia tidak mungkin akan melakukan perbuatan-perbuatan seperti menyakiti orang lain, menyebar isu, memprovokasi dan memfitnah, ikut ajaran sesat, korupsi dan mencuri, malas bekerja, tidak toleran, berbuat jahat dan lain sebagainya.
b. Kejujuran
Setelah keimanan, elemen berikutnya yang tak kalah pentingnya adalah nilai kejujuran, yang merupakan representasi dari keimanan itu sendiri. Di zaman sekarang ini, mungkin kejujuran adalah barang langka. Banyak sekali orang yang pintar, tapi sangat sedikit orang yang jujur. Mudah sekali menemukan orang yang pintar, tapi sangat sulit menemukan orang yang jujur. Walau pada kenyataannya masih cukup banyak orang jujur di Indonesia ini, tapi mereka tak berdaya menghadapi kelompok kecil manusia yang korup dan punya kekuasaan.
Kita seharusnya malu menjadi bangsa yang suka mengklaim sebagai negara yang penduduknya agamis, sementara para praktik kehidupan sehari-hari kita tidak memiliki kejujuran. Di satu sisi kita mengaku beriman, kita melaksanakan shalat, tapi di sisi lain kita juga melakukan korupsi, menipu, berbohong, bersumpah palsu, merekayasa dan sejenisnya. Seakan-akan agama hanyalah simbol semata, seakan-akan shalatnya hanyalah pura-pura belaka.
Orang rela berkata dan berbuat tidak jujur hanya demi meraih kekuasaan dan kekayaan. Orang rela berbohong dan bersumpah palsu demi terbebas dari jeratan hukum dan pengadilan. Orang bersedia merekayasa fakta dan data demi tercapainya kepentingan pribadi dan golongan.
Di abad informasi seperti sekarang ini, kejujuran dalam hal berita dan tulisan juga sangat penting. Masih banyak kita temui informasi yang menyesatkan, berita yang membingungkan dan tidak jelas, berita yang tidak jujur dan fair. Bahkan, tak jarang penulis yang berbuat curang dan culas demi sebuah ketenaran, seperti plagiat, menjiplak, atau mengakui karya orang lain sebagai karyanya sendiri.
 Satu-satunya cara untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran pada individu adalah memberikan pemahaman agama yang baik dan benar. Orang yang takut pada Tuhan, otomatis takut juga untuk berbuat tidak jujur. Orang yang percaya pada hari akhirat, ia juga percaya bahwa setiap perbuatan – sekecil apapun – akan mendapatkan balasan setimpal. Orang yang beriman akan yakin bahwa setiap ketidakjujuran, akibatnya akan kembali pada diri sendiri.
c. Kerja Keras
Setelah keimanan dan kejujuran, elemen penting dari karakter pribadi yang perlu dibangun adalah kerja keras. Inilah karakter yang mulai menurun pada bangsa ini, terlebih yang terjadi pada para pejabat dan pegawai. Sebagian dari mereka memilih “kerja pintas” untuk meraih kesuksesan dan kekayaan. Inilah yang membuat mereka melakukan korupsi, penyelengan dan penyimpangan, penyalahgunaan wewenang, rekayasa dan semacamnya. Mereka lupa bahwa untuk memperoleh sesuatu harus melalui kerja keras dan perjuangan. Tidak ada yang instan di dunia ini.
Selain itu, tidak adanya karakter kerja keras juga menimpa rakyat jelata kita. Mereka tetap dalam kemiskinan, mereka tetap dalam kebodohan, mereka tetap terbelakang, karena mereka tidak mau berusaha mengubah hidup mereka. Akibatnya, kondisi itu merangsang mereka untuk berbuat kejahatan, seperti mencuri, merampok, menjarah, membunuh, menjadi gelandangan, menjadi pengemis, menjadi pekerja seks dan penyakit sosial lainnya. Bagaimana mungkin mereka akan andil dalam pembangunan bangsa, sementara memenuhi kebutuhan primer saja mereka belum mampu.
d. Kemandirian
Kemandirian juga termasuk karakter individu yang penting untuk membangun bangsa. Karakter ini seharunya dibentuk sejak kecil dan dimulai dari keluarga. Mulai dari hal-hal sepele, seperti mencuci pakaian sendiri, menyiapkan kebutuhan sekolah sendiri, hingga perilaku kreatif, seperti kemampuan mencipta atau membuat barang/produk, berlatih mencari penghasilan sendiri dan sebagainya.
Begitu pula dengan kondisi lapangan kerja yang sulit seperti sekarang ini, maka seseorang dituntut untuk bisa mandiri, dalam arti mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Tidak hanya mengharap pada pemerintah untuk membuka lapangan kerja atau malah pasrah dengan keadaan.
Sedangkan secara nasional, kemandirian dapat diartikan kemampuan negara untuk berdiri di atas kaki sendiri, tidak tergantung pada negara lain. Jika hal ini bisa dilakukan, tidak akan ada lagi istilah hutang ke IMF, hutang ke Bank Dunia atau hutang yang diwariskan ke anak-cucu generasi bangsa.
2. Community Character Building
Kita hidup dalam masyarakat (komunitas) yang heterogen. Berbeda agama, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat, budaya, pendidikan, sejarah dan sebagainya. Agar kehidupan bisa berjalan dengan baik dan rukun, maka setiap kelompok atau golongan harus memiliki karakter sebagai berikut:
a. Saling Menghormati dan Menghargai
Inilah karakter penting yang harus ditumbuhkembangkan dalam masyarakat yang plural. Timbulnya berbagai konflik dan gesekan biasanya berakar dari tiadanya sikap saling hormat-menghormati dan menghargai antarkelompok dan golongan yang ada. Hindari juga sikap fanatisme golongan, merasa paling baik, merasa lebih tinggi dari yang lain, merasa mayoritas dan berbagai sikap lainnya yang bisa memicu pertentangan.
b. Sikap Toleransi
Ini juga termasuk karakter yang mulai pudar dalam masyarakat kita. Sebagian dari kita tidak menyadari bahwa kita hidup dalam masyarakat yang majemuk. Masing-masing kelompok dan golongan tentu memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Kita tidak boleh memaksakan keinginan dan kehendak kita kepada kelompok lainnya. Wujud dari sikap toleransi adalah kita memberikan kebebasan kepada orang atau golongan lain untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan mereka, serta memberi ruang kepada etnik lain untuk melakukan ritual budaya dan tradisi leluhur mereka[3] . Kasus penutupan atau penyerangan gereja, bentrokan fisik dengan warga Ahmadiyah adalah contoh tidak adanya sikap toleransi dalam masyarakat kita.
c. Saling Bekerjasama dan Tolong-Menolong
Untuk mencapai tujuan bersama, diperlukan kerjasama dan tolong-menolong antarkelompok masyarakat yang ada. Kita tidak mungkin meraih kesejahteraan dan kemakmuran jika harus berjalan sendiri-sendiri. Masing-masing kelompok memiliki kelebihan dan kekurangannya. Untuk itulah, semua potensi yang ada perlu disatu-padukan agar terbentuk kekuatan baru dalam pembangunan.
Jika ketiga karakter bermasyarakat di atas bisa terlaksana dengan baik, maka akan terwujud sebuah masyarakat yang damai, tenang, aman, adil dan rukun.
3. Nation Character Building
Setelah setiap orang memiliki karakter individu seperti telah diuraikan di atas, demikian halnya setiap kelompok yang ada dalam masyarakat juga telah menunjukkan karakter komunitasnya, maka tidaklah sulit untuk mewujudkan pendidikan karakter bangsa (nation character building). Maka selanjutnya, secara nasional, karakter yang harus dibangun adalah:
a. Jiwa Persatuan dan Kesatuan
Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku bangsa, bahasa, adat-istiadat dan budaya. Oleh karena itu, persatuan dan kesatuan bangsa perlu dijaga dan dilestarikan. Setiap elemen bangsa perlu menyadari arti pentingnya Bhinneka Tunggal Ika, termasuk menjalankan isi Sumpah Pemuda dalam kehidupan berbanga dan bernegara. Kita lebih mengedepankan semangat keindonesiaan daripada semangat kelompok atau golongan.
Jika kita bersatu, maka kita akan kuat dan kokoh. Jika kita bersatu, maka berbagai permasalahan bangsa akan dengan mudah diatasi. Tidak akan ada lagi perpecahan dan permusuhan, tidak ada lagi separatisme atau yang hendak merdeka dan mendirikan negara sendiri. Konflik di Maluku dan Papua akhir-akhir ini menunjukkan bahwa jiwa persatuan dan kesatuan kita belumlah tertanam dengan baik dan menjadi karakter setiap elemen bangsa.
b. Merasa Senasib dan Sepenanggungan
Pengalaman dijajah oleh beberapa bangsa Eropa dan Asia Timur, membuat kita merasa senasib dan sepenanggungan. Kita adalah bersaudara. Untuk itu, kita perlu bahu-membahu dan berjuang demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia dan demi terlaksananya pembangunan nasional yang berkelanjutan.

B.     Keanekaragaman Suku di Indonesia
Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Tentunya banyak sekali perbedaan yang ada. Ada yang berbeda warna kulit, bentuk fisik, dan budayanya. Perbedaan jangan dipermasalahkan. Justru dengan adanya perbedaan tersebut, kita jadikan suatu kekayaan sehingga tercipta suasana yang aman, tenteram, dan harmonis. Sikap menghormati adalah sikap menghargai dan mengakui keberadaan harkat dan martabat manusia meski berbeda-beda suku bangsa. “Bhinneka Tunggal Ika” yang terdapat pada pita Burung Garuda Pancasila lambang Negara Indonesia mengandung arti “Berbeda-beda, tetapi tetap satu jua.” Ada juga semboyan yang menyatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Makna dari semboyan tersebut adalah supaya kita bersatu padu menghalau semua ancaman yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita. Dalam sejarah, bangsa kita telah berhasil mengusir penjajah dari bumi Nusantara karena adanya persatuan dan kesatuan para pemuda dari seluruh Nusantara.[4]
Contoh sikap menghormati, di antaranya tidak merendahkan suku bangsa lain, menghargai suku bangsa lain, dan mengakui keberadaan suku bangsa lain, serta tidak mengusik perbedaan antarsuku bangsa. Manfaat sikap menghormati antarsuku bangsa adalah sebagai berikut. 1. Tercipta kehidupan yang rukun dan damai. 2. Merasa aman tinggal di negara Indonesia. 3. Rasa persatuan dan kesatuan meningkat. 4. Tidak mudah terpecah belah oleh pihak lain. Akibat tidak menghormati antarsuku bangsa adalah sebagai berikut. 1. Tidak ada keamanan dan kedamaian. 2. Timbul perpecahan dan permusuhan. 3. Tidak ada persatuan dan kesatuan. 4. Mudah terpecah belah. Dengan kita saling menghormati suku bangsa lain, maka kita dapat hidup damai, tenteram secara berdampingan tanpa mempersoalkan perbedaan dari mana kita berasal.
Keanekaragaman suku bangsa tentu juga menjadikan beranekaragamnya budaya yang ada. Setiap suku bangsa memiliki budaya yang berbeda satu dengan yang lainnya. Keragaman suku bangsa yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya dan dapat memperkokoh persatuan bangsa. Hal ini merupakan kekuatan untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang besar. Kita tidak boleh membeda-bedakan suku bangsa yang dapat mengakibatkan perselisihan dan kekacauan bangsa kita.
Bentuk keragaman budaya di Indonesia, di antaranya sebagai berikut:
1.      Bahasa Daerah Setiap suku bangsa, memiliki bahasa sendiri. Contoh: bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Batak, bahasa Sunda, bahasa Minangkabau, bahasa Bali, dan bahasa Banjar.
2.       Adat Istiadat Adat istiadat meliputi tata cara dalam upacara perkawinan, upacara keagamaan, kematian, kebiasaan, dan pakaian adat.
3.       Kesenian Daerah Kesenian daerah, meliputi seni tari, rumah adat, lagu daerah, seni musik dan alat musik daerah, cerita rakyat, serta seni pertunjukan daerah.
4.       Sistem Kekerabatan Sistem kekerabatan meliputi sebagai berikut:
1)      Sistem keturunan menurut garis ayah (patrilineal), di antaranya Batak, Bali, dan Papua.
2)       Sistem keturunan menurut garis ibu (matrilineal), di antaranya suku Minangkabau.
3)       Sistem keturunan menurut garis ayah dan ibu (bilateral).

C.    Perpecahan Suku di Indonesia dan Cara Menangani nya
Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beribu banyak suku yang setiap waktu melakukan mobilitas untuk bertahan hidup dalam kehidupan sesungguhnya. Dari banyaknya keragaman etnis atau suku di indonesia ini tak jarang dan sering kali terjadi konflik antar suku, baik dari perbedaan budaya, dan bahkan kebiasaan sehari hari antar suku tersebut yang sering kali di salah artikan suku lain dan kurang menghormati budaya suku lain yang sering kali memicu terjadinya konflik.
Pemicu dari konflik yang disebabkan perbedaan budaya tersebut contohnya yang terjadi beberapa tahun silam di daerah kalimantan, terutama Kalimantan Tengah . konflik ini menyebabkan dari kedua suku yaitu Suku Dayak Kalimantan dan Suku Madura. Hal ini menurut isu yang beredar disebabkan karena ketidak sepahaman antar suku sehingga menimbulkan konflik yang berdampak kisah tragis di dalamnya. Banyak ribuan nyawa tidak berdosa harus menanggung akibat dari ketidaksepahaman ini. Masing-masing Suku dalam penggunaan budaya tersebut adalah untuk menginterpretasi dari gejala-gejala yang ada dalam benak mereka sendiri, dan mereka menggunakan kebudayaan tersebut sebagai atribut untuk identitas diri mereka yang berbeda satu dengan yang lainya.
Konflik antar suku antara Suku Dayak dengan Suku Madura ini dilatar belakangi oleh kesalah pahaman dan juga ketidak harmonisan antar suku yang di timbulkan oleh salah satu suku yang mempunyai keinginan untuk saling menguasai tanpa memperdulikan dan tidak menghargai kebudayaan suku lain. Terjadinya tindakan yang merugikan salah satu suku sehingga suku yang dirugikan juga tidak terima atas perlakuan Suku lain yang merugikan dan ingin menjajah tanah kelahiran suku mereka. Disini Suku yang merasa di rugikan adalah suku dayak, suku madura yang sebagai pendatang bertindak anarkis dan bersifat ingin menguasai tanah suku dayak, banyak sekali pelanggaran pelanggaran yang di langgar oleh suku madura terhadap suku dayak. Ketidak adilan, tidak menghargai budaya suku dayak dan ingin menjajah. Suku dayak yang tidak terima atas pelakuan suku madura menjadi geram dan bertindak untuk melawan, darisinilah timbul perpecahan dan konflik antar suku berlangsung.[5]
Pemerintah perlu memberikan suatu pemahaman terhadap kedua belah pihak yang terlibat konflik dengan cara memberikan pengakuan dan pemahaman bahwa mereka kedua belah pihak yang berseteru tersebut adalah suatu suku bangsa yang sederajat, memberikan pemahaman untuk membuat suatu suku bangsa untuk saling memahami dan berupaya untuk mentaati norma norma yang berlaku dikalangan masyarakat. Mengadakan kesediaan bagi kedua belah pihak yang berseteru untuk saling memaafkan, melupakan kejadian yang sudah berlalu dan hidup berdampingan dengan keharmonisan dengan landasan sebagai bangsa yang satu, yaitu sebagai bangsa Indonesia.
Selain solusi diatas, Ada beberapa cara lagi yang dapat dilakukan untuk penyelesaian konflik tersebut, yaitu :
1.      Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga dalam
hal ini pemerintah dan aparat penegak hukum yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak dengan memberikan sanksi yang tegas apabila. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal.
2.      Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat.
3.      Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama..
4.       Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur .
5.      Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan dengan mengutamakan sisi keadilan dan tidak memihak kepada siapapun.






















BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Pembangunan merupakan usaha sadar yang perlu dilakukan untuk mengubah nasib.
2.      Pembangunan yang di laksanakan di indonesia itu tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah atau kepuasan batiniah saja tetapi juga bertujuan mencapai keseimbangan antara keduanya. Sasaran pembangunan itu bukan saja pembangunan fisik, seperti jembatan, jalan, gedung, pabrik, atau pertanian melainkan juga pembangunan mental spritual, moral. Kehidupan beragama, dll.Sasarannya ialah juga menghormati orang lain, suka menolong, bekerja keras, menghargai karya prang lain, dan cinta kepada kemajuan merupakan sarana untukmencapai kehidupan rakyat indonesia yang adil dan makmur.
3.      Dalam konteks yang luas, masalah character building masih merupakan suatu isu besar, bahkan amat besar. Semua masalah di negeri ini; korupsi, lemahnya penegakan hukum dan HAM, konflik agama dan suku, disintegrasi bangsa, kekerasan dan terorisme, kemiskinan dan pengangguran, kasus kejahatan dan masih banyak lagi adalah lahir dari tidak adanya watak yang jelas dan kokoh dalam diri kita.
4.       Etnisitas adalah pembagian kelompok berdasar ciri-ciri yang sama dalam halbudaya dan genetis serta bertindak berdasarkan pattern yang sama.
5.      keragaman etnis atau suku di indonesia tak jarang dan sering kali menyebabkan konflik antar suku, baik dari perbedaan budaya, dan bahkan kebiasaan sehari hari antar suku tersebut yang sering kali di salah artikan suku lain dan kurang menghormati budaya suku lain yang sering kali memicu terjadinya konflik.
6.      Upaya menaggulangi konflik antar sukubangsa dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembenahan pada aspek individu pihak-pihak yang terlibat konflik melalui pemberian pemahaman dan pembinaan mental secara konsisten dan berkesinambungan. Hal ini bisa menimbulkan efek persatuan antar suku bangsa dan mengurangi terjadinya konflik antar suku bangsa di Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA

Budimansyah dasim. 1994. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.Bandung: CV.EpsilonGrup     Bandung
Komaludin Djenal. 1987. Pendidikan Moral Pancasila.Bandung: Angkasa
Sukadi. 2003. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Ganeca Exact


[1]Djamal Komaludin, Pendidikan Moral Pancasila kelas 2 SMP, hal. 140
[2] Dirujuk pada artikel character building : modal dasar national building oleh Trimanto
[3] Dasim Budimansyah, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas 1 SMP (Bandung : Epsilon Grup ) hal.52
[4] Sukadi, PPKN untuk SLTP kelas 3 (Jakarta:Ganeca Exact) , hal 92
[5] “Indonesia: The Violence in Central Kalimantan (Borneo). Human Rights Watch, 28 Februari 2001. Diakses pada 12 Oktober 2012
?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kura-Kura Bertanduk - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger